Harga Rumah Semakin Naik, Ini 6 Tips Cerdas Kredit Rumah

Harga Rumah Semakin Naik, Ini 6 Tips Cerdas Kredit Rumah

Harga Rumah Semakin Naik, Ini 6 Tips Cerdas Kredit Rumah

Harga Rumah Semakin Naik, Ini 6 Tips Cerdas Kredit Rumah – Memiliki rumah selalu jadi dambaan setiap orang. Namun harga properti yang cukup mahal dan terus naik dari tahun ke tahun, menyulitkan kita untuk bisa punya rumah sendiri.

DIlansir dari https://icsdchurches.com  terhadap data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, tidak menutup kemungkinan pada masa mendatang, jumlah penduduk yang tak memiliki rumah akan bertambah banyak.

Terhitung sejak 2017 hingga 2020, kenaikan upah gaji bersih pegawai di Indonesia secara rata-rata mencapai 4,53 persen. Sementara, kenaikan Indeks Harga Properti (IHPR) juga terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya dengan rata-rata nilai 3,22 persen.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mungkin bisa menjadi solusi untuk kamu mendapatkan rumah. Berikut ini enam tips dari Lifepal membeli rumah lewat KPR:

1. Apakah kita layak membeli rumah? 

Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada kamu, karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun ketahuilah dengan seksama, apakah kamu memang layak mencicil rumah?

Caranya adalah dengan mengetahui rasio utang berbanding aset kamu sendiri. Nilai rasio utang berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik kita, yang dibiayai utang. Dengan membagi total utang dan total aset kita, maka kita bisa mendapatkan skor untuk rasio ini.

Nilai ideal dari rasio ini adalah di bawah 50 persen. Jika nilainya lebih dari 50 persen maka tandanya, nilai utang kita telah melebihi nilai aset dan hal ini jelas menunjukkan ketidaksehatan finansial. Jadi, perbaiki dulu rasio ini sebelum kamu mengajukan KPR.

2. Stop berutang jika gak punya dana darurat 

Kedua, amankan dulu dana darurat kamu. Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.

Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita.

3. Investasikan dana kamu untuk DP rumah 

Perkirakan kapan kamu akan membeli rumah dan membayar uang mukanya (DP). Cari tahu juga biaya yang akan kamu keluarkan, dan sisihkan uang secara rutin di instrumen investasi.

Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, maka simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap.

4. Pastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35 persen penghasilan 

Bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50 persen dari penghasilan bulanan. Akan tetapi cicilan rumah yang ideal maksimal adalah 35 persen dari penghasilan kamu.

Kok begitu? Alasannya adalah agar kamu tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.

5. Kamu dan keluarga harus tetap terlindungi 

Risiko kematian bisa menimpa siapa saja, termasuk kamu yang tengah mencicil rumah. Tentu tidak bijak kalau kamu malah mewariskan utang pada keluarga tercinta. Oleh karena itu, kalau kamu punya utang, pastikan terlindungi dengan asuransi jiwa.

Setiap KPR umumnya dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa guna memitigasi risiko meninggalnya debitur. Namun apa jadinya, jika kamu tak hanya memiliki utang KPR, melainkan juga ada utang cicilan mobil, kartu kredit, dan lain sebagainya.

Manfaat dari asuransi jiwa sejatinya tidak hanya berguna untuk melunasi warisan utang dari debitur. Melainkan juga bisa bermanfaat untuk biaya hidup keluarga yang ditinggal.

6. Jangan terburu-buru mempercepat pelunasan 

Kalau kamu berniat mengajukan KPR di bank konvensional, ketahuilah bahwa akan ada biaya penalti pelunasan dipercepat yang akan muncul. Lain halnya dengan KPR syariah.

Melunasi cicilan utang pada awal waktu bukan hanya memaksa kamu keluar uang lebih banyak. Melainkan juga bisa membuat kamu kekurangan likuiditas atau aset lancar.

Kamu harus tahu bahwa dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar yang ideal adalah 15 hingga 20 persen dari total kekayaan bersih.

Keberadaan rumah baru tentu saja akan menambah nilai aset kamu, yang mana akan memengaruhi nilai kekayaan bersih. Semakin tinggi kekayaan bersih kamu, maka semakin besar pula aset lancar yang harus dimiliki.